Tips Lolos Sertifikasi CPKB untuk Pemula

Tips Lolos Sertifikasi CPKB untuk Pemula

Tips Lolos Sertifikasi CPKB

“Memahami Tips Lolos Sertifikasi CPKB merupakan langkah penting bagi perusahaan yang ingin memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik dari BPOM. Persiapan sertifikasi CPKB perlu dilakukan sejak awal, mulai dari memenuhi persyaratan administrasi, menyiapkan fasilitas produksi, melengkapi dokumen CPKB, hingga memastikan seluruh proses produksi sesuai dengan standar yang berlaku.”

Industri kosmetik di Indonesia terus mengalami perkembangan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perawatan kulit, kecantikan, dan kosmetik. Kondisi ini membuat pelaku usaha kosmetik perlu memperhatikan kualitas, keamanan, serta proses produksi agar produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan oleh industri kosmetik adalah penerapan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB). CPKB merupakan pedoman dalam seluruh aspek kegiatan pembuatan kosmetik untuk memastikan produk yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan tujuan penggunaannya.

Bagi perusahaan yang baru memulai kegiatan produksi kosmetik, proses sertifikasi CPKB mungkin terlihat cukup rumit. Namun, dengan persiapan yang tepat, pemahaman terhadap persyaratan, serta penerapan sistem mutu secara konsisten, proses pemenuhan CPKB dapat dilakukan secara lebih terarah.

Lalu, bagaimana Tips Lolos Sertifikasi CPKB untuk Pemula? Simak beberapa langkah berikut.

Apa Itu Sertifikasi CPKB?

CPKB adalah singkatan dari Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Penerapan CPKB bertujuan untuk memastikan bahwa proses produksi kosmetik dilakukan sesuai standar yang ditetapkan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pengemasan, penyimpanan, hingga pengawasan mutu produk.

Sertifikasi CPKB merupakan bagian penting dalam pemenuhan persyaratan industri kosmetik. Melalui proses sertifikasi, BPOM melakukan evaluasi terhadap kesesuaian penerapan persyaratan CPKB pada fasilitas produksi kosmetik.

Dengan menerapkan CPKB, perusahaan dapat membangun sistem produksi yang lebih terkontrol, menjaga konsistensi mutu produk, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

7 Tips Lolos Sertifikasi CPKB untuk Pemula

Bagi perusahaan yang belum pernah mengikuti proses sertifikasi CPKB, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai persiapan.

1. Pahami Regulasi dan Persyaratan CPKB Terbaru

Langkah pertama adalah memahami regulasi yang menjadi dasar penerapan dan sertifikasi CPKB.

Pada tahun 2026, pelaku usaha perlu memperhatikan Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2026 tentang Sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik. Peraturan ini mulai berlaku pada 29 April 2026 dan mencabut Peraturan BPOM Nomor 33 Tahun 2021.

Memahami regulasi terbaru membantu perusahaan mengetahui persyaratan administrasi, teknis, serta mekanisme pengajuan sertifikasi yang berlaku.

Jangan hanya mengandalkan informasi dari pengalaman perusahaan lain karena persyaratan dapat mengalami perubahan sesuai kebijakan BPOM.

2. Pastikan Legalitas dan Kesiapan Perusahaan

Sebelum mengajukan sertifikasi, perusahaan perlu memastikan legalitas dan kesiapan kegiatan usahanya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
  • Memiliki perizinan usaha sesuai kegiatan industri kosmetik.
  • Memastikan fasilitas produksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Memiliki penanggung jawab teknis sesuai persyaratan.
  • Menyiapkan data dan informasi perusahaan yang dibutuhkan dalam proses pengajuan.

Kesiapan legalitas menjadi salah satu fondasi penting agar proses pengajuan sertifikasi dapat berjalan dengan baik.

3. Siapkan Fasilitas Produksi Sesuai Prinsip CPKB

Fasilitas produksi merupakan salah satu aspek yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Perusahaan perlu memastikan bahwa bangunan, ruangan, peralatan, dan alur produksi mendukung kegiatan pembuatan kosmetik secara higienis dan terkendali.

Beberapa hal yang perlu diperiksa meliputi:

  • Kondisi bangunan dan tata letak ruangan produksi.
  • Pemisahan area berdasarkan fungsi dan aktivitas.
  • Kebersihan ruang produksi dan fasilitas pendukung.
  • Kesesuaian peralatan produksi dengan kebutuhan.
  • Ketersediaan sarana sanitasi dan higiene.
  • Pengendalian risiko kontaminasi silang.

Pastikan kondisi fasilitas tidak hanya terlihat baik saat pemeriksaan, tetapi juga benar-benar mendukung kegiatan produksi sehari-hari.

4. Lengkapi Dokumen Sistem Mutu CPKB

Dokumentasi menjadi bagian penting dalam penerapan CPKB. Setiap aktivitas yang berkaitan dengan proses produksi dan pengendalian mutu perlu memiliki prosedur serta catatan yang sesuai.

Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain:

  • Prosedur Operasional Standar (SOP).
  • Prosedur penerimaan dan pemeriksaan bahan baku.
  • Prosedur pengolahan dan pengemasan produk.
  • Prosedur sanitasi dan higiene.
  • Catatan produksi setiap bets.
  • Dokumen pengawasan mutu.
  • Prosedur penyimpanan bahan baku dan produk jadi.
  • Prosedur penanganan keluhan dan penarikan produk.
  • Dokumen pelatihan karyawan.
  • Catatan pemeliharaan dan pembersihan peralatan.

Pastikan seluruh dokumen disusun sesuai aktivitas perusahaan dan benar-benar diterapkan. Dokumen yang hanya tersedia di atas kertas tanpa bukti pelaksanaan dapat menjadi kendala ketika dilakukan evaluasi.

5. Tingkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia

Penerapan CPKB tidak hanya bergantung pada fasilitas dan kelengkapan dokumen, tetapi juga pada kompetensi tenaga kerja.

Setiap karyawan perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, terutama personel yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi, pengawasan mutu, penyimpanan, dan pengemasan.

Perusahaan dapat melakukan pelatihan internal terkait:

  • Pengenalan prinsip dan persyaratan CPKB.
  • Sanitasi dan higiene personel.
  • Penggunaan peralatan produksi.
  • Pengendalian mutu kosmetik.
  • Dokumentasi kegiatan produksi.
  • Penanganan penyimpangan dan tindakan perbaikan.

Bukti pelaksanaan pelatihan juga perlu disimpan sebagai bagian dari dokumentasi perusahaan.

6. Lakukan Evaluasi Internal Sebelum Pemeriksaan BPOM

Salah satu langkah penting dalam persiapan sertifikasi adalah melakukan pemeriksaan internal atau evaluasi kesiapan penerapan CPKB.

Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah fasilitas, dokumentasi, personel, dan proses produksi sudah sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Perusahaan dapat membuat daftar periksa berdasarkan aspek CPKB, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap setiap bagian yang berkaitan.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, segera lakukan tindakan perbaikan dan pencegahan sesuai kebutuhan.

Dengan melakukan evaluasi lebih awal, perusahaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan sebelum menjalani proses pemeriksaan oleh BPOM.

7. Pastikan Pengajuan Sertifikasi Dilakukan dengan Benar

Setelah seluruh persiapan dilakukan, perusahaan dapat melanjutkan proses pengajuan sertifikasi melalui sistem perizinan berusaha yang berlaku.

Pastikan dokumen yang diunggah sudah lengkap, sesuai dengan persyaratan, dan menggunakan data perusahaan yang benar.

Perusahaan juga perlu memantau perkembangan permohonan serta menindaklanjuti apabila terdapat permintaan perbaikan atau tambahan dokumen dari pihak BPOM.

Perlu dipahami bahwa kelulusan sertifikasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga kesesuaian penerapan CPKB pada fasilitas dan kegiatan produksi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Persiapan Sertifikasi CPKB

Bagi perusahaan pemula, terdapat beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari, antara lain:

  1. Dokumen belum sesuai dengan aktivitas produksi. SOP dibuat hanya untuk memenuhi persyaratan, tetapi tidak diterapkan dalam kegiatan operasional.
  2. Fasilitas produksi belum memenuhi persyaratan. Tata letak ruangan, kebersihan, dan pengendalian kontaminasi belum diperhatikan secara optimal.
  3. Karyawan belum memahami prosedur kerja. Personel belum mendapatkan pembekalan yang memadai terkait tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Tidak memiliki bukti pelaksanaan kegiatan. Aktivitas produksi, sanitasi, pemeriksaan, dan pelatihan tidak didokumentasikan dengan baik.
  5. Tidak mengikuti perkembangan regulasi. Perusahaan masih menggunakan acuan lama tanpa melakukan penyesuaian terhadap ketentuan terbaru.

Menghindari kesalahan tersebut dapat membantu perusahaan mempersiapkan proses sertifikasi dengan lebih baik.

Pentingnya Mengikuti Pelatihan CPKB Sebelum Mengajukan Sertifikasi

Bagi perusahaan yang baru memulai industri kosmetik, memahami seluruh persyaratan CPKB secara mandiri dapat menjadi tantangan tersendiri.

Mengikuti pelatihan CPKB dapat membantu peserta memahami prinsip penerapan, persyaratan fasilitas produksi, penyusunan dokumentasi, sanitasi dan higiene, serta pengawasan mutu kosmetik.

Melalui pelatihan yang tepat, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengajukan sertifikasi kepada BPOM.

Pelatihan juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman personel perusahaan agar penerapan CPKB tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional.

Informasi Lebih Lanjut

Nur : 0852-8299-7349 (Telkomsel / WhatsApp)
Dilla : 0819-1100-7508 (XL / WhatsApp)
Email: training.primemsi@gmail.com
Website: training.primemsi.com
Instagram: https://www.instagram.com/training_primemsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *